Djan Faridz: Saya Pasang Badan Buat Ahok
Ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, atmosfer perbedaan agama sudah dirasakan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Begitu disampaikan Ketua Umum PPP, Djan Faridz, saat berbincang dengan redaksi rmoljakarta, di kediamannya, Jalan Borobudur, Nomor 22, Jakarta Pusat, Sabtu malam (11/3).
"Pada saat kita ingin menentukan pilhan pada Ahok-Djarot, kita sudah rasakan perbedaan atmosfer berbau agama. kita lihat ini sangat riskan, kalau ini tidak ada perimbangan dukungan pada calon yang beda agama, ini membawa perpecahan bagi bangasa indonesia," kata Djan.
Dirinya melihat Ahok bukanlah satu-satunya calon kepala daerah yang beragama non-muslim. Sebab di daerah lain, banyak bakal calon kepala daerah yang juga non-muslim, namun didukung oleh partai Islam.
"Di tempat lain (daerah) gak ada masalah, di Ibu Kota Negara kok malah dipersoalkan. Saya melihat, effek di Ibu Kota Negara kita ini akan membawa ke arah perpecahan (kalau dibiarkan)," kata mantan Menteri Perumahan Rakyat itu.
Selain demi menjaga persatuan bangsa, Djan mengaku kalau kinerja Ahok selama memimpin Kota Jakarta sangat baik. Bahkan, dirinya menyebut hanya mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin yang setara dengan Ahok.
"Saya lihat kinerja Ahok ini jauh melebihi kinerja sebelumnya, yang bisa tandingi dia (Ahok), Ali Sadikin. Yang lain tidak," kata Djan.
Selama Ahok memimpin, kata Djan, warga Jakarta menikmati dan merasakan program-program serta gebrakan Ahok. Dia mencontohkan, warga Jakarta yang selama ini menghuni di tanah-tanah telantar, tanah negara, tanah tidak sah, diberikan ganti berupa rumah susun yang biayanya relatif murah. Bahkan, kata dia, mungkin biaya sewa Rusun itu tidak cukup bila dibandingkan dengan biaya perawatan fasilitas umum.
"Pak Sutiyoso (mantan Gubernur DKI) ada gebrakannya, tapi kalau Pak Ahok ini (gebrakannya) merata. Di zaman Pak Ahok, kesejahteraan untuk rakyat dan infrastruktur itu berimbang," kata dia.
"Dia (Ahok) menyediakan transportasi untuk penghuni Rusun, memberikan fasilitas pasar, diberikan fasilitas masjid. Gebrakan dia merata sampai ke pelosok. Bahkan di gang-gang ada pasukan oranye yang mengurusi got-got (saluran air) itu pasti sangat dirasakan sekali sama warga."
Selain itu, Djan Faridz pun bersedia pasang badan untuk Ahok. Sebab Ahok mau membuat kontrak politik dengan PPP yang isinya demi kepentingan umat Islam.
"Ini yang sebabkan saya pasangan bada, kalau saya berhasil menangkan Ahok, yang menikmati umat Islam. Kontrak politik saya dengan Ahok-Djarot, ini yang saya akan berikan contoh untuk kedepannya buat calon-calon yang mau mendapatkan dukungan dari PPP," ujarnya.
Ahok, lanjutnya, juga berjanji akan memberikan penghasilan tetap setiap bulannya kepada marbot, muadzin, imam masjid, ustaz, dan ustazah.
"Dia mau dikasih penghasilan tetap untuk mereka. Perbaikan masjid, menyamakan posisi pondok pesantren dengan sekolah-sekolah negeri. Misalnya, (murid) pondok pesantren dapat, KJP, KJS, bantuan gedung. Saya merasa selama ini pondok pesantren tidak diperhatikan. Nah, dia (Ahok) berjanji soal itu," katanya.
Meski demikian, dirinya mengaku merasakan imbas negatif dari dukungan yang diberikan kepada pejawat. Namun, kata dia, demi kepentingan umat Islam hal itu tak membuatnya mundur.
"Saya sudah diviralkan, keluarga, istri, pribadi saya. Istri saya memang bukan pribumi, dia Tionghoa. Kemudian ada yang mengaitkannya, ada yang bilang Cina mulai kuasai PPP, lah emang istri gw yang pimpin PPP, kan Djan Faridz yang pimpin PPP. Saya di viralkan dapat konsensi, pala lu bejat," kata Djan.
"Hadiah yang diberikan Ahok pada saya cuma satu, komitmen pada umat Islam. Itu sudah melebihi segala-galanya bagi saya. Itulah tugas partai Islam berlambang Ka'bah, yang bekerja untuk kepentingan umat," tandasnya.
sumber : rmoljakarta
loading...
loading...